Covid 19 dan Bekicot

masakan daging bekicot
www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.dapurstudi.id%2F2019%2F09%2Folahan-enak-dari-bekicot-serta-manfaat-bekicot-yang-baik-untuk-tubuh-dan-kulit-manusia.html&psig=AOvVaw2lqNCwATyRUsr1SQyooARS&ust=1586275830315000&source=images&cd=vfe&ved=2ahUKEwi0t6mMmNToAhWz9zgGHSOFBxAQr4kDegQIARBgdaging

Terkini.id, Nganjuk – COVID-19 dan Bekicot, ada apa dengan dua nama tersebut?, Kalau kita kaitkan ada sedikit kesamaan yaitu sama-sama sedang mewabah dimusim hujan, khususnya di wilayah Indonesia. Bekicot (Achatina Fulica) banyak kita jumpai secara liar saat musim hujan, sedangkan COVID-19 (Corona Virus Disease) juga kebetulan mewabah di musim hujan.

“Alhamdulillah, dapat lumayan banyak,” ucap syukur Sutikno (seorang pencari bekicot). Hampir setiap malam Sutikno (yang tinggal di Desa Banaranwetan Kecamatan Bagor, Nganjuk) berkeliling desa untuk memungut bekicot. Sebagian hasilnya untuk dikonsumsi bersama istri dan kedua anaknya, dan sebagian lagi bisa dijual ke tetangga yang menginginkan.

“Lumayan juga buat tambah penghasilan, dan kami tidak harus pergi belanja ke pasar” tambah Sutikno.

Bekicot bisa digunakan sebagai alternatif pengganti lauk pauk yang bisa kita dapatkan tanpa harus ke pasar, mengingat di masa sekarang ini kita harus ikut anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah. Dan banyak juga kandungan vitamin serta manfaat yang ada pada bekicot.

Jika disajikan dengan benar, bekicot memiliki banyak manfaat, lho. Dilansir dariHealthspan, beberapa di antaranya adalah bekicot mengandung triptofan yang baik untuk memperbaiki suasana hati, tinggi protein yang baik untuk membangun dan memperbaiki otot, tinggi zat besi untuk mencegah anemia dan kelelahan, mengandung vitamin B12 yang baik untuk sistem saraf, mengandung magnesium yang baik untuk menjaga tekanan darah, memperkuat tulang, dan menjaga detak jantung, dan lendir bekicot bermanfaat untuk kesehatan kulit serta menyembuhkan luka.

Baca juga:

Nah, kembali pada COVID-19, Sebisa mungkin kita harus bersama-sama melawan penyebaran virus ini. Tidak perlu susah, kita mulai dari diri sendiri. Selain kita melaksanakan protokol yang di anjurkan pemerintah, untuk urusan belanja dapur, tidak perlu kita harus ke pasar atau bahkan ke swalayan yang dipastikan akan banyak kontak dengan orang lain. Cukup mengambil dari sekeliling kita saja.

Dengan demikian, banyak hal positif yang kita peroleh. Kita efisien memanfaatkan lingkungan, membantu sesama (Pak Sutikno), makanan bergizi, dan yang paling penting kita turut membantu pemerintah dalam melawan COVID-19.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Ragam Kuliner Khas Nganjuk Selain Nasi Becek dan Dumbleg

Ibu Smart Lewati Stay at Home, lewat Kantin Kejujuran di Rumah

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar